Showing posts with label Metode Penelitian. Show all posts

Cara Membuat Jurnal

Kampus TI | Cara Membuat Jurnal | Ada banyak panduan yang bisa membantu Anda dalam menulis sebuah jurnal ilmiah. Panduan yang satu ini, mungkin bisa dijadikan referensi.

JUDUL SINGKAT MAKS. 3 BARIS DITULIS DENGAN
FONT TIMES NEW ROMAN UKURAN 14
Penulis1, Penulis2,……..
1,2 Nama Institusi
Alamat Lengkap Istitusi
 E-mail : penulis1@domain1, penulis2@domain2,.....

Abstrak menjelaskan intisari dari penelitian yang dilakukan. Abstrak dapat emnggunakan bahasa Indonesia atau pun bahasa inggris. Jika menggunakan bahasa inggris penulisan abtrak ditulis italic. Banyaknya kata dalam abstrak antara 150 – 200 kata, jika terdapat istilah-istilah asing yang belum dibakukan ditulis italic. Font yang digunakan untuk menyusun abstrak adalah times new roman dengan ukuran 10.
Kata kunci : berisi maksimal 5 kata penting dalam penelitian.
1.    PENDAHULUAN
Diisi dengan latar belakang dan tujuan dari penelitian yang dibuat. Untuk kesergaman gunakan istilah PENDAHULUAN untuk bagian pertama ini. Font yang digunakan untuk menyusun pendahuluan adalah times new roman dengan ukuran 10.
Guna memudahkan Anda dalam menggunakan template ini, akan lebih baik melakukan copy-paste (dengan opsi keep text only pada Microsoft Word 2010) dari dokumen asli paper Anda ke dalam template ini. Pastikan Anda tidak mengubah style yang ada pada template ini, meliputi jenis dan ukuran font, besar spasi, jarak indent, dan lain sebagainya.
Banyaknya halaman untuk jurnal KOMPUTA adalah 8-10 Halaman (mohon usahakan jumlah halama GENAP) mulai dari judul hingga ke refrensi.
Bagian ini dapat dibagi dalam beberapa sub pokok pembahasan sesuai dengan kebutuhan tulisan. Tidak ada batasan yang baku mengenai jumlah pemerincian sub pokok bahasannya; tetapi setidaknya mengandung: metode, hasil, dan pembahasan.
Bab ditulis dengan font times new roman ukuran 12, sementara untuk sub bab menggunakan ukuran 10 dan keduanya dicetak tebal.

2.1 Sub Bab

Sub bab ditulis dengan font times new roman ukuran 10. Gmabar dan tabel dapat dimasukkan dibagin ini dengan format seperti pada Gambar 1.
Gambar 1. Contoh penulisan Gambar
Sementara untuk penulisan tabel dapat mengikuti contoh pada Tabel 1.
Tabel 1. Contoh Tabel
Parameter
Nilai
Maksimal Perulangan
10, 50, 100
Rasio Pembelajaran
0.1 , 0.5, 1
Minimal Eror
0.1, 0.01, 0.001
Baik gambar maupun tabel urutan penulisan dimulai dari 1, tidak berdasarkan  babnya. Sementara penulisan rumus atau persamaan dapat mengikuti aturan sebagai berikut :
                               (1)
3.    PENUTUP
Pada bagian ini, nomer bab penutup akan menyesuaikan seberapa jumlah bab pada bagian isi penelitian. Penutup berisikan kesimpulan penelitian, serta saran pengembangan untuk penelitian selanjutnya. Judul bab terakhir ini juga dibuat seragam: PENUTUP.
UCAPAN TERIMA KASIH
Bagian ini boleh digunakan, boleh juga dihilangkan (opsional). Ucapan terima kasih hanya ditujukan pada pihak-pihak yang membantu secara langsung penelitian yang dilakukan, misal: penyandang dana atau pakar dilibatkan. Ucapan terima kasih tidak ditujukan untuk pejabat struktural, misalkan Ketua Jurusan, Dekan, ataupun Rektor.
DAFTAR PUSTAKA
[1] M. Gokhale and P.S. Graham, Reconfigurable Computing, Springer, 2005.
[2] T. Callahan, J. Hauser, and J. Wawrzynek, “The Garp Architecture and C Compiler,” Computer, vol. 33, no. 4, pp. 62-69, 2000.
[3] Jauhari, nurdin, Edge Linking Detection dan Perbandingan dari 3 Metodenya, http://ahtovicblogs.blog.ugm.ac.id/?p=80, 17 Maret 2011 20.25
[4] Jose, Stephane, Why Should I Care About SQL Server, http://blog.iweb.com/en/2010/06/why-should-i-care-about-sql-server/4772.html, 17 Maret 2011 19.30
 
Semoga Bermanfaat Kawan ^_^
Continue Reading »

Metode Penelitian - Perbandingan Jurnal



Judul Jurnal :
a.       a.  PERANCANGAN FAILOVER DAN LOAD BALANCING PADA PT. MICROAD INDONESIA
b.      ANALISIS DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCE DUA ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK DENGAN METODE ROUND ROBIN

1.      Kesamaan Jurnal
a.       Kedua jurnal tersebut menggunakan konsep yang sama yaitu dengan menggunakan konsep load balance dengan dua ISP
b.      Kedua jurnal ini pun sama-sama menggunaka Router Mikrotik
2.      Ketidaksamaan Jurnal
a.       Metode yang digunakan oleh kedua jurnal tersebut berbeda, Metode yang digunakan dalam teknik Load Balancing  pada jurnal pertama adalah Per Connection Classifire (PCC). Sedangkan pada jurnal kedua menggunakan metode round robin
b.      Pada jurnal pertama hasil uji coba dilihat dari respon time sedangkan pada jurnal kedua hasil uji coba dilihat dari ip adress
3.      Pandangan
Pada Jurnal pertama penulis menganalisis teknik Failover dan Load Balancing yang diterapkan pada PT. MicroAd Indonesia apakah sudah berjalan dengan baik atau belum.

Pada Jurnal kedua penulis menganalisi dan mengimplemantasikan teknik load balanced dua ISP menggunakan mikrotik dan metode round robin
4.      Perbandingan
Pada jurnal pertama menggunakan konsep failover dan load balancing untuk memanfaatkan dua ISP secara efisien. Jurnal kedua, menganalisis dan implementasi load balanced pada dua ISP.
Kedua jurnal tersebut menggunakan konsep atau teknik yang sama untuk mengefisieankan dua ISP yaitu dengan konsep failover dan load balancing serta sama-sama menggunakan router mikrotik sebagai media penghubung ISP dan Mikrotik OS sebaga sistem operasi pada server. Metode yang digunakan berbeda, Metode yang digunakan dalam teknik Load Balancing  pada jurnal pertama adalah Per Connection Classifire (PCC). Sedangkan pada jurnal kedua menggunakan metode round robin. Dan hasil ujicobanyapun akan berbeda Pada jurnal pertama hasil uji coba dilihat dari respon time sedangkan pada jurnal kedua hasil uji coba dilihat dari ip adress.




5.      Ringkasan
a.       PERANCANGAN FAILOVER DAN LOAD BALANCING PADA PT. MICROAD INDONESIA
PT. MicroAd Indonesia menggunakan 2 Internet Service Provider (ISP), yaitu Centra Sarana Data (CSD – 8 Mbps) dan Biznet (2 Mbps). Masalah awal yang dihadapi adalah pemanfaatan kedua ISP yang dinilai tidak efisien dan metode pengalihan jalur ISP yang masih dilakukan secara manual apabila jalur yang digunakan terputus, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengalihan jalur tersebut. Setelah menganalisa permasalahan yang ada, maka solusi yang ditawarkan adalah perancangan sistem failover yang dapat mengalihkan jalur ISP secara otomatis, apabila mendeteksi jalur ISP yang digunakan putus dan load balancing yang dapat membagi traffic terhadap kedua ISP, sehingga pemanfaatan kedua ISP menjadi lebih efisien dan efektif.
Pada penelitian-penelitian sebelumnya, teknik failover yang dibuat adalah dengan menggunakan fixed line. Dalam penelitian ini, selain failover yang ada pada load balancing, juga ditambahkan failover ke 3G line. Digunakannya 3G line dengan pertimbangan bahwa 3G masih dalam tahap perkembangan, sehingga masih belum diketahui seberapa pesat sistem tersebut dapat dikembangkan. Selain itu, teknik failover dan load balancing ini juga diimplementasikan di suatu perusahaan, sehingga juga merupakan studi kasus. Penambahan failover ke 3G line berguna untuk mengantisipasi putusnya kedua ISP, sehingga akan meng-cover computer-komputer yang memang harus mendapatkan akses internet.
Failover adalah kemampuan suatu sistem untuk dapat berpindah secara manual maupun otomatis jika salah satu sistem mengalami kegagalan, sehingga menjadi backup untuk sistem yang mengalami kegagalan. Teknik Failover yang diterapkan pada penelitian ini memanfaatkan fitur Netwatch yang ada pada Router Mikrotik.  Load Balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap, dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Metode yang digunakan dalam teknik Load Balancing ini adalah Per Connection Classifire (PCC). PCC mengelompokkan trafik koneksi yang keluar atau masuk router menjadi beberapa kelompok. Pengelompokkan tersebut dibedakan berdasarkan beberapa parameter.


b.      ANALISIS DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCE DUA ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK DENGAN METODE ROUND ROBIN
Konsep load balance dengan metode round robin, yaitu menggunakan kedua gateway secara bersamaan dengan membagi beban secara berurutan dan bergiliran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan bagaimana mendesain dan mengimplementasikan sistem secara otomatis dan efisien dalam perpaduan dua ISP agar di peroleh hasil yang optimal di dalam memanajemen banwidth. Metodologi yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan metodologi pengujian dan pengamatan. Hasil dari penelitian tersebut adalah perolehan kapasitas bandwidth untuk akses internet akan meningkat dengan digabungkannya dua buah gateway yang tersedia sehingga dapat digunakan secara bersamaan sekaligus mempunyai fitur fail over (backup). Selain itu juga bisa mendapatkan bandwidth yang lebih besar dengan harga yang lebih murah.
Koneksi load balance menggunakan multi gateway ini disebut dengan metode round robin karena beban terbagi secara berurutan dan bergiliran dari gateway yang satu ke gateway yang lain oleh karena itu gateway yang digunakan selalu bergantian dan tidak tetap (random), hal ini ditentukan dalam konfigurasi mangle yaitu ‘nth’, nilai pertama menandakan ‘every’ dan nilai kedua menandakan ‘packet’ sehingga jika diterjemahkan dari script diatas ‘nth’ pada rule kedua mempunyai nilai 2,1 yang berarti akan menangkap setiap paket pertama dari 2 paket, karenanya 50% dari semua traffic akan tertangkap oleh rule ini. Kemudian ‘nth’ pada rule keempat yang mempunyai nilai 1,1 berarti menangkap setiap paket dari 1 paket yang ada dengan kata lain menangkap semua paket yang tersisa, sehingga 50% paket yang tersisa akan tertangkap oleh rule ini.
Continue Reading »

Prinsip Motodologi


A. Rene Descartes
Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu:
  •  Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang.Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah.
  • Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu:
(a) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi,
(b) Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.
(c) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan di antara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru.
(d) Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan.
(e)Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti.


  • Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut:
(a) Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak.
(b) Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan.
(c) Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.


  • Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.
  • Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.[3]
B. Alfred Julesayer
Dalam karyanya yang berjudul Language, Truth and Logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu:
  • Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan
  • Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna
  • Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun.[4]
Karl Raimund Popper
K.R. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada. K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut:
  • Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui prinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara), tak ada kebenaran terakhir. Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat.
  • Cara kerja metode induksi yang secara sistematis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang berulang -ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumuskan menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum. K.R. Popper menolak cara kerja di atas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris.
  • K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS, yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa, hukum, ataukah teori kebenarannya bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa semua angsa berbulu putih melalui prinsip falsifiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan tersebut. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan, maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATI[5]ON).
Continue Reading »

Jenis - Jenis Metode Ilmiah

  I. Perkembangan Metodologi Ilmu Pengetahuan / Metodologi Penelitian
II. Tugas - Tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian
III. Unsur - Unsur Metodologi
IV. Jenis - Jenis Metode Ilmiah

Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteriakriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:
  1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
  2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
Berdasarkan Bidang yang diteliti:
  1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
  2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
Berdasarkan Tempat Penelitian :
  1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
  2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
  3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;
Berdasarkan Teknik yang digunakan :
  1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
  2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
Berdasarkan Keilmiahan :
Penelitian IlmiahMenggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran,
menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan
pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggirendahnya
  1. mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
  2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain; 

V. Prinsip Metodologi

Continue Reading »

Unsur - Unsur Metodologi


1.       Interprestasi
Artinya menafsirkan atau membuat tafsiran, tetapi yang tidak bersifat subjektif (menurut selera orang yang menafsirkan), tetapi harus bertumpu pada evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran yang autentik. Penafsirkan dengan tidak secara subjektif bukan berarti kegiatan interprestasi ini dikerjakan sesuka karangan peneliti, akan tetapi tetap harus bertumpu pada kenyataan yang telah diamati. Kenyataan itu bisa berupa fakta. Dan fakta ini bisa berupa data (kenyataan-kenyataan yang sudah tercatat), atau gejala (sesuatu yang nampak sebagai tanda adanya peristiwa atau kejadian). Namun dalam filsafat yang si peneliti berhadapan langsung dengan manusia hidup atau dalam bahasa lain lebih dekat dengan ilmu sosial dan human. Maka suatu fakta dapat dibedakan menjadi dua yang pertama secara fisik (kulit, badan, kepala, mata), dan secara ekspresi manusia (bahasa, tingkah laku, tarian). Hal itulah yang dimaksudkan harus bertumpu pada evidensi objektif, dan mencapai kebenaran otentik.

2.       Induksi dan Deduksi
Induksi (dari khusus ke umum) pada dasarnya disebut generalisasi. Ilmu eksakta mengumpulkan data-data dalam jumlah tertentu, dan atas dasar itu menyusun suatu ucapan umum. Dalam penelitian ilmu sosial ilmu ini sering disebut dengan Humanistik atau Humaniora. Ucapan umum maksutnya adalah pemehaman yang sudah dirumuskan yang didapat dari hasil meneliti.
Deduksi (dari umum ke mkhusus), setelah pengertian secara umum telah didapati maka, dibuatlah eksplitasi dan penerapan lebih khusus. Dari pemahaman yang masih bersifat general tadi (transendental), mungkin dapat dibuat deduksi mengenai segi sifat-sifatnya yang lebih khusus.

3.       Koherensi Intern
Yaitu  usaha untuk memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukkan semua unsur struktural dilihat dari dalam suatu struktur yang konsisten, sehingga benar-benar merupakan internal structure atau internal relation. Misalnya mengenai hakikat manusia baru muncul pemahaman, kalau dilihat hubungan antara kebebasan, pemahaman, nafsu, dan pengaruh lingkungan khususnya orang lain.

4.       Holistika
Tinjauan secara lebih mendalam untuk mencapai kebenaran secara utuh.hoistika juga merupakan corak yang khas atau suatu kelebihan dalam konsepsi filosofis. Identitas objek akan terlihat bila ada korelasi dan komunikasi dengan lingkungannya. Misalnya, pada penulis naskah berita, atau pelaku sejarah hidup dalam interaksi dengan zamannya dan latar belakagnya. Ia selalu melakukan melakukan hubungan aksi-reaksi sesuai dengan tematik zamannya.

5.       Kesinambungan Historis
Jika ditinjau menurut perkembangannya, manusia adalah mahluk historis. Artinya mereka berkembang dalam pengalaman dan pikiran, bersama bersama sesuai dengan zamannya. Dalam relasi dengan dunia mereka berhak membentuk nasib atau nasilah ang membentuk mereka. Rangkaian kegiatan atau peristiwa dalam kehidupan manusia merupakan sebuah proses yang saling berkesianambungan untuk menbentuk diri manusia, dan itu merupakan mata rantai yang tidak akan terputus. Dengan itulah harkat manusia yang unik dapat diselami.

6.       Idealisasi
Yaitu merupakan suatu proses untul membuat ideal, artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal tau yang sempurna.

7.       Komparasi
Adalah suatu usaha membandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian untuk menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek bisa dipahami secara murni.

8.       Heuristika
Adalah metode untuk menentukan jalan baru secara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah.

9.       Analogokal
Adalah filsafat yang meneliti arti, nilai, dan maksud yang diekpresikan dalam fakta dan data human.

10.   Deskripsi
Merupakan keseluruhan dari hasil data yang memungkinkan dapat diambil dan dapat dipahami secara mantab. 



Continue Reading »

Tugas - Tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

 I. Perkembangan Metodologi Ilmu Pengetahuan / Metodologi Penelitian
II. Tugas - Tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian
 
A. Tugas mencandra atau mengadakan deskripsi (memerikan)
Ilmu dan penelitian bertugas menggambarkan secara jelas dan cermat hal-hal yang di persoalkannya.

B.Tugas menerangkan (eksplanasi)
Ilmu dan penelitian bertugas menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa.

C.Tugas menyusun teori
Ilmu dan penelitian bertugas mencari dan merumuskan hukum-hukum atau tata-tata mengenai hubungan anatar kondisi yang satu dan kondisi yang lain atau ubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain.

D.Tugas prediksi
Ilmu dan penelitian bertugas membuat prediksi (ramalan),estimasi dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi atau gejala-gejala yang bakal muncul.

E.Tugas pengendalian
Ilmu dan penelitian juga bertugas melaukan tindakan-tindakan guna mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala sebagai keseluruhan,ilmu dan penelitian mengemban ke lima tugas yang disebutkan di atas itu sekaligus karena itu seringkali kelima hal tersebut juga di gunakan sebagai kriteria untuk menetukan bobot sesuatu karya ke ilmuan..


III. Unsur - Unsur Metodologi
IV. Jenis - Jenis Metode Ilmiah
V. Prinsip Metodologi
Continue Reading »

Perkembangan Metodologi Ilmu Pengetahuan / Metodologi Penelitian

 I. Perkembangan Metodologi Ilmu Pengetahuan / Metodologi Penelitian

Pada dasarnya ilmu pengetahuan timbul atau berasal pada kekaguman manusia terhadap yang dihadapinya baik mikrokosmos ( alam kecil ) atau makrokosmos ( alam besar ). Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengalaman – pengalaman dan pengetahuan – pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonic dalam suatu bangun yang teratur.

Manusia sebagai makhluk rasional sebenarnya sudah dibekali dengan hasrat ingin tahu. Keingintahuan manusia ini sudah dapat disaksikan sejak seseorang masih kanak – kanak dan akan terus berkembang secara dinamis mengikuti fase – fase perkembangan kejiwaan orang tersebut. Hasrat ingin tahu manusia akan terpuaskan bila sudah memperoleh pengetahuan mengenai apa yang dipertanyakan.

Ilmu pengetahuan memiliki 3 sifat utama yaitu : sikap ilmiah, Metode ilmiah, dan tersusun secara sistematik dsn runtun.

Untuk menjaga agar ilmu yang digeluti oleh seseorang memiliki kualitas ilmiah yang tinggi perkembangan metodologi penelitian memberikan gambaran secara periodic tentang taraf – taraf seperti yang di kemukakan oleh Rammuel yang dikutip oleh Prof. Sutrisno Hadi, MA. Ia menggolongkan periode perkembangan metodologi penelitian sbb:

a.    Periode trial and error
b.    Periode authority and tradition
c.    Periode speculation and argumentation
d.    Periode hypothesis and experimentation


II. Tugas - Tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian
III. Unsur - Unsur Metodologi
IV. Jenis - Jenis Metode Ilmiah
V. Prinsip Metodologi
Continue Reading »